Gantar adalah sebuah kecamatan di kabupaten indramayu provinsi jawa barat indonesia, kecamatan ini berada diujung wilayah barat kabupaten indramayu, kec.gantar adalah sebuah kecamatan yang berbatasan langsung dengan wilayah kabupaten subang. Kec.gantar terkenal akan Pondok Pesantren Ma’had Al-Zaytun, yang merupakan Pondok Pesantren terbesar di Asia Tenggara, bisa dikatakan Pondok Pesantren Ma’had Al-Zaytun menjadi icon atau tempat dimana orang bisa mengetahui dan mengenal kec.gantar. Kec.gantar merupakan pemekaran dari kec.haurgeulis, kec.gantar memisahkan diri dan dimekarkan pada tahun 2002 berdasarkan ketentuan Perda Kabupaten Indramayu No. 19 tahun 2002 tentang penataan dan pembentukan lembaga perangkat daerah kabupaten indramayu. Kecamatan gantar memiliki 6 desa utama diantaranya yaitu ;
1. Desa Baleraja
2. Desa Bantarwaru
3. Desa Gantar
4. Desa Mekarjaya
5. Desa Sanca, dan
6. Desa Situraja
Alun-alun kec.gantar memiliki fasilitas yang lumayan lengkap seperti fasilitas olah raga, masjid, gedung pemerintahan, pelayanan masyarakat. Penduduk kec.gantar mayoritas berbahasa sunda ini dikarenakan kec.gantar berbatasan langsung dengan kabupaten subang yang penduduknya berbahasa sunda selain itu juga tidak sedikit penduduk kec.gantar yang memiliki atau bergaris keturunan dari orang sunda. Namun ada juga penduduk kec.gantar yang menggunakan bahasa jawa.
Mata pencarian utama masyarakat kec.gantar adalah petani dan pedagang, namun ada juga masyarkat kecamatan gantar yang menjadi pengusaha sampingan. Kec.gantar mempunyai beberapa sarana pendidikan baik itu dari tingkat dasar (SD), tingkat menengah (SMP) dan tingkat atas kejuruan (SMA/SMK). Masyarakat kec.gantar menganut agama islam 99,99%. Selebihnya menganut agama kristen dan hindu budha yang dimana mereka adalah masyarakat pendatang dari luar kota yang menjadi dokter, pedagang, atau menikah dengan salah satu masyarakat asli dari kec.gantar. tidak mau kalah dengan kota-kota besar di kec.gantar juga memiliki tempat pariwisata yang sangat indah seperti wadukan, banyu urip dan ponpes Ma’had Al-Zaytun. Khusus untuk ponpes Ma’had Al-Zaytun hanya dibuka pada waktu-waktu tertentu saja. Walaupun belum memiliki sarana dan prasarana yang lengkap namun tempat pariwisata ini sudah bisa menarik perhatian dikalangan remaja kec.gantar khususnya diwadukan setiap sore tempat ini selalu ramai oleh masyarakat kec.gantar dikarenakan disini kita bisa melihat sunset sore hari yang sangat indah.
Adat istiadat penduduk kec.gantar tidak jauh berbeda dengan penduduk-penduduk pada umumnya hanya mungkin perbedaanya ada sedikit kolaborasi atau perpaduan adat istiadat anatara masyarakat sunda dan masyarakat jawa, karena memang tidak sedikit masyarakat jawa yang menikah dengan masyarakat sunda seperti contohnya pada saat prosesi pernikahan.
Kec.gantar kini sudah banyak berubah baik dari segi pendidikan,kesehatan dan perekonomian serta akses jalan menuju gantar yang kini berangsur membaik dan layak pakai. Selaian itu juga di kec.gantar jumlah pengangguran sangat sedikit ini dikarenakan banyak penduduk kec.gantar yang memiliki usaha sendiri seperti berjualan,berkebun,merantau dll.
Demikian sekelumit mengenai kec.gantar apabila ada kesalahan dalam penulisan atau kesalahan informasi diharapkan kritik dan saranya yang membangun khususnya bagi penulis umumnya bagi pembaca arikel kecil ini.
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah tekhnologi informatika komputer fakultas agama islam universitas wiralodra indramayu atas nama Asepudin Ajiz semester VI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar